my wild butterfly - 12

1337 Kata
“ Apa kabar yu yan? “ sapa pria itu saat membalik kan tubuhnya. ~~ Betapa terkejut nya yu yan saat melihat siapa pria di balik tubuh kekar yang ia punya. Yu yan seakan ingin pergi dari tempat itu, Namun kaki nya sudah sangat terasa lemas hingga terlalu sulit untuk di gerakkan. Bagai di sambar petir , saat yu yan mendapati kenyataan yang lagi-lagi pahit bagi kehidupan nya. Pria itu berjalan mendekati yu yan , setelah berada tepat di depan yu yan sang pria itu menarik pinggul yu yan hingga ia terjatuh dalam pelukan nya. “ Bukan kah sudah aku katakan , Jika kamu hanya milik ku bukan untuk yang lain “ bisik pria itu pada telinga yu yan. “ apa mau mu ying jie. “ ucap yu yan lirih. Bukan nya menjawab pertanyaan yu yan , ying jie lebih memilih mengajak yu yan untuk duduk di atas tempat tidur yang berukuran sedang di dalam kamar hotel yang sudah ying jie pesan. “ Duduk lah. “ kata ying jie menuntun yu yan ke tempat tidur. Dan yu yan hanya dapat menuruti apa yang di katakan ying jie , namun hati yu yan kini sangat merasakan betapa hebat nya guncangan yang di berikan jantung yu yan, Di saat mengetahui bahwa ying jie lah yang sudah mengeluarkan banyak uang untuk membelinya. Setelah itu ying jie mengambil segelas air dan di berikan nya kepada yu yan. “ minumlah “ ucap ying jie dengan memberikan segelas minuman untuk yu yan yang terlihat kebingungan. “ tenangkan dulu perasaan mu “ kata yung jie yang berlalu memilih duduk di atas sofa yang berada tepat di hadapan yu yan. Saat yu yan meminum air itu nampak ying jie yang sangat intens menatap yu yan hingga membuat ying jie sering menggelengkan kepalanya ke kanan maupun kiri. “ apa yang sebenarnya ada di fikiran mu? “ Lanjut ucap ying jie yang masih menatap yu yan. “ maksud mu? “ bukannya menjawab. Yu yan malah melemparkan pertanyaan lain kepada ying jie. “ apa yang kamu pikirkan saat menerima semua perintah ayah tirimu? Apa kamu bahagia? Pernah tidak kamu berfikir untuk mencari kebahagiaan yang sesungguh nya tanpa harus menyiksa dirimu sendiri seperti ini. Dan aku juga tidak pernah bisa menela’ah apa yang terjadi sekarang , dengan begitu rela nya kamu mengiyakan semua yang di minta atau pun di perintah nya. “ yu yan hanya mampu menundukkan pandangan nya . ying jie berjalan mendekati yu yan dan duduk di samping nya , mengambil kedua tangan nya dan lalu menggenggam nya erat. Terdengar jelas oleh yu yan saat ying jie mengambil nafas yang begitu panjang lalu membuang nya. Ying jie menyibak kan rambut yu yan yang menutup wajah nya lalu melepas dasi yang ia kenakan untuk mengikat nya. Tangan ying jie perlahan membelai pipi yu yan dengan pelan dan ia berkata , “ kamu pun juga berhak bahagia yu yan , Jangan hanya memikirkan kebahagiaan orang lain saja , pikirkan kebahagiaanmu. “ Ucap ying jie dengan memegang kedua pipi yu yan agar ia dapat memandang wajah orang yang sedang mengajak nya berbicara. Derai airmata yang sudah sangat tertahan akhir nya terjatuh juga ketika ying jie menarik yu yan dalam pelukan nya. Seketika isak tangis yu yan benar-benar pecah. “ puas-puaskan lah untuk menangis yu yan , aku akan menemani mu “ kata ying jie dengan membelai rambut yu yan. Dan mengusap punggung yu yan untuk memberikannya ketenangan. Hati yu yan yang begitu sangat lemah harus mencoba bertahan di saat ia mendapati semua kesulitan pada hidupnya. Harus selalu terlihat kuat di saat ia ingin tumbang. Kesakitan yang begitu lengkap ketika ia harus menikah dengan orang yang sudah lama ia cintai namun orang itu sendiri tidak menginginkan nya. Hari ini yu yan ingin mencurahkan semua kegundahan hatinya dalam pelukan ying jie. Sebelum semua nya akan berakhir di keesokkan hari nya. Di saat ying jie yang akan kembali mengedepankan tongli wanita yang sangat di cintainya bukan yu yan yang menjadi istrinya sekarang. “ Maaf sudah sangat merepotkan mu “ ucap yu yan lirih. Fikiran yu yan yang selalu menyalah kan dirinya sendiri karena telah membuat ying jie masuk ke dalam kehidupan nya. Dan mengetahui sema hal yang sudah terjadi dalam kehidupan yu yan. “ Bukan kah itu sudah kewajiban ku. “ ujar ying jie yang masih dengan erat nya memeluk yu yan. “ aku akan mencari uang untuk mengganti nya. “ Kata yu yan pasti. Karena yu yan tidak ingin terlalu banyak berhutang budi kepada ying jie. Walaupun ying jie tidak meminta nya , tetapi perbuatan ying jie saat ini yang membeli yu yan dari ayah nya dengan harga yang begitu mahal sangat membuat yu yan merasa terbeban. “ itu hak ayah mu. “ ucap ying jie. Yang seketika membuat yu yan bingung hingga mengerutkan dahi nya. “ mengapa bisa menjadi ayah ku? “ ujar yu yang dengan pandangan yang sayu karena terlalu lama ia menangis. “ Dengarkan aku baik-baik. “ ying jie mengambil tangan yu yan dan menggenggam nya lagi. “ uang yang aku berikan untuk ayah mu bukan lah apa-apa , karena kamu lebih bernilai di bandingkan uang yang aku hasilkan. Dan jangan beranggapan jika aku akan menuntut mu untuk mengembalikan nya. Aku hanya ingin kamu bahagia tanpa harus menyiksa dirimu sendiri , kamu selalu mementingkan ayah mu dan nyata nya ia malah menjual mu. Mulai sekarang kamu harus bahagia yu yan. “ jelas ying jie. dan tak terasa airmata yu yan menetes dengan sendirinya. “ Sudah lah , aku ingin kamu bahagia yu yan bukan menangis “ kata ying jie Lalu mengusap airmata yu yan. “ istirahatlah , Aku akan menunggu di sofa. “ ucap ying jie dan mencoba berlalu, Namun langkah nya terhenti ketika yu yan lebih dahulu menggapai tangan nya. ying jie mendekati yu yan lalu mengusap-usap kepalanya dan seketika yu yan memeluk nya. Pelukan yang begitu erat hingga ying jie dapat merasakan getaran pada tubuh yu yan serta debaran jantung nya yang terpacu dengan ritme yang cepat. “ Boleh kah sekarang aku yang berbicara dan menjelaskan nya. “ kata yu yan yang masih dalam pelukan ying jie. Ketika mendapati anggukkan kepala dari ying jie , yu yan menuntun ying jie untuk duduk di sofa yang berada tepat di belakang ying jie. Setelah ying jie duduk , Yu yan kini menunduk kan badan nya dan memilih duduk di bawah lantai , di raihnya tangan ying jie kemudian di genggamnya dengan erat. Terlihat ke khawatiran yang sangat jelas di mata yu yan , “ Kau telah di tipu. “ kata yu yan dengan perasaan yang sudah tidak kuat memendam semua nya. Terlihat ying jie mengerutkan kening nya yang membuat kedua alisnya menyatu. “ aku tidak paham dengan apa yang kau katakan yu yan. “ sahut ying jie. Tatapan yu yan yang begitu dalam saat menatap mata ying jie yang kini masih menunggu jawaban atas pernyataan nya. “ Bukan hanya kamu saja yang membeli ku , ayah telah menjual ku ke beberapa orang kaya di shanghai. Aku akan meminta uang mu untuk di kembalikan. Dan aku juga berjanji tidak akan mengganggu mu , kamu bisa lebih leluasa bersama tongli. “ Ucapan yu yan yang sangat mengejutkan bagi ying jie. Jika pada kenyataan nya bukan hanya dia saja yang membeli yu yan , karena di fikirnya ia akan menyelamatkan yu yan dari sikap ayah nya yang sangat arogan. “ aku tidak ingin uang ku kembali , Bisa kah kau pahami apa yang aku mau saat ini. Jika aku berkata hanya aku yang mampu memiliki mu berarti tidak akan ada orang yang berhak memiliki mu. Walaupun itu ayahmu sekalipun. Sekarang kau paham.. “ kata ying jie dengan nada yang sedikit meninggi. “ aku tidak akan pernah mau mengalah oleh siapapun , kau pun sudah mengenalku bukan. Jadi kau tahu pasti kan. Jika sesuatu yang sudah aku miliki tidak akan mungkin untuk di miliki orang lain. “ lanjut ucap ying jie. Dengan penuh penekanan pada kata milik. “ berarti , aku tak ada bedanya dengan barang bukan. Yang akan di genggam bila masih indah dan akan di buang jika sudah tidak berguna. “ ujar yu yan. Dan memilih untuk beranjak meninggalkan ying jie yang masih termenung memikirkan perkataan yu yan yang sangat mengena bagi ying jie. Sebelum yu yan benar-benar pergi dari dalam kamar itu , ying jie terlebih dulu menarik nya lalu di rebahkan nya yu yan di atas kasur yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Ketika yu yan yang sudah terkapar di atas kasur, Dengan segera ying jie menaiki kasur itu dan kini sudah mengungkung yu yan tepat di bawah nya. “ batas kesabaran ku sudah habis yu yan. “ terlihat dari mata ying jie menunjukkan bahwa kemarahan sedang merasuki dirinya. Yang membuat yu yan bergetar menahan sakit karena cengkraman tangan ying jie yang ia sendiri tidak menyadari nya. Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN