“Ada apa?” Orion baru saja turun dari lantai atas, langkahnya mantap namun penuh tekanan saat mendekati istrinya. Tatapan tajam menusuk begitu kuat sehingga Pak Joko segera menundukkan kepala seolah ingin menyembunyikan diri. Tubuh Pak Joko bahkan gemetar ketika ia memutuskan untuk mundur beberapa langkah. Cantika berbalik, matanya memandang suaminya dengan tatapan bingung yang tidak menyembunyikan keraguan. Orion berdiri tepat di sebelahnya. “Ada apa?” ulang Orion, kali ini suaranya terdengar tegas. “Anu, Tuan… Di luar ada seorang pria yang ingin bertemu Nona Cantika,” jelas Pak Joko dengan suara yang terengah-engah. “Namanya tidak dia sampaikan, tapi dia yakin bahwa Nona mengenalinya, Tuan.” Orion tidak menjawab. Ia mendegus perlahan, napasnya terasa hangat di udara dingin ruangan.

