“Bukankah kau mengatakan, bekerja di perusahaan saya, Keenan?” tanya Orion dengan nada yang tajam dan menusuk. Keenan hanya tersenyum tipis. Ia mengangguk kepala tanpa ragu sedikit pun, lalu dengan santai duduk di kursi sebelah Tuan Pranama. Wajahnya begitu tenang, berbeda jauh dengan Orion yang sudah menggepalkan tangan begitu erat sampai jari-jarinya memerah. Sontak Dante yang berdiri di sebelahnya terkejut, mata membesar memandang Keenan. Dia mulai meneliti wajah pria itu, ada sesuatu yang tidak asing, seolah pernah melihatnya di mana pun. Tapi seiring waktu, kebingungan semakin menyergap hatinya. Bagaimana bisa orang yang baru saja dia cari informasi tentangnya, tiba-tiba ada di sini sebagai bagian dari tim klien pertambangan? “Benar, Tuan,” ucap Keenan dengan suara yang tenang dan

