Chio membawaku semakin dalam ke hutan kaktus, jalan yang sebelumnya tak pernah kami lewati, aku menatap sekeliling dan banyak sekali burung gagak yang berterbangan di atas kami, hari semakin terik dan di hutan kaktus terasa semakin dahaga. Tempat ini sangat gersang dan tak ada genangan air yang tersisa di tempat ini. Aku menelan ludah susah payah karena kering dan pening yang kurasakan sebab lama berjalan dan tak menemukan apapun yang menjadi tanda keberadaan sosok yang kita cari. Chio masih berjalan di depanku dan kita belum beristirahat sejak tadi. Hingga aku lelah dan memilih untuk beristirahat sejenak di bawah pohon kaktus yang tinggi sekali. "Apa perjalanannya masih cukup jauh." Nafasku keluar tak beraturan aku haus dan juga sangat lelah kakiku pegal-pegal dan burung yang berterbang

