32. Tentang Ryan

2641 Kata

Aku tersenyum mengangguk, ajakan untuk hidup bersamanya tentu tak bisa kutolak lagi. Ryan sungguh-sungguh dan semua tentang yang menyakiti hati akan kita simpan dan tak akan membahasnya lagi. Aku pun memiliki perasaan yang sama. Ingin hidup dengannya bersama selamanya. Ryan mendekat, deru napasnya yang hangat bisa kurasakan kini semakin terasa hangat dan menenangkan. Untuk pertama kalinya aku memberanikan diri menjangkau keningnya dan memberikan kecupan hangat sebagai jawaban aku ingin memulai kembali. Kita bisa memulainya dari awal. "Ryan?" "Hm?" "Apa aku satu-satunya?" Ryan tersenyum lebar, "aku sudah memilihmu sejak aku pertama kali memasangkan mahkota bunga untuk mu di air terjun Skavaz. Hal terindah yang ku habiskan denganmu." "Kau yakin?" tanyaku yang jujur saja di sini aku la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN