26. Kak Mark

1050 Kata

Sebelum yang lainnya pergi bersama tim yang sudah dibentuk, aku menghampiri kak Giya dan juga Nuz yang sedang bersiap-siap akan berangkat. Bayi rubah yang sedang belajar berjalan itu ku tuntun perlahan agar bisa menapak kakinya di tanah dengan benar. Mata Nuz mirip sekali dengan mata ayahnya, si pemilik mata elang. Tajam dan juga indah. Nuz sepertinya akan mewarisi kekuatan ayahnya, kejelian dan ketepatan. Bayi rubah itu terjatuh saat belajar berjalan, namun hebatnya dia sudah tak menangis lagi, malah tersenyum lucu ke arahku. Menggigit kulit lehernya aku membawa Nuz kembali dekat dengan ibunya. "Sebenarnya aku sangat ingin membantu kalian untuk mencari kawanan yang lain, aku berharap bisa bertemu lagi dengan suamiku juga," ucap kak Giya. "Kakak fokus saja untuk menjaga Nuz, biar urus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN