Episode sebelumnya .... Deva selalu menceritakan semua keluh kesahnya dan kesehariannya kepada Ara, mencoba mengajaknya berbicara meski pada akhirnya hanya gema tak berwarna. Kata dokter, hal itu juga bisa membantu pasien dan merangsang sistem syaraf sehingga kemungkinan untuk cepat sadar akan lebih besar. “Ara, maafin abang karena nggak bisa melindungi Ara, tapi abang janji, setelah Ara sadar nanti, abang akan menuruti semua kemauan Ara.” Deva menggenggam tangan adiknya erat. Merebahkan kepalanya di samping adiknya hingga tertidur. **** Hari-hari menjadi semakin sibuk, Rio yang sering lembur dan Ify yang kewalahan mengurus dua bayi sekaligus. Bi Yani terkadang membantunya, tapi saat malam hari Bi Yani tak ada membuat Ify harus bekerja extra sendirian, apalagi Rio yang justru jarang p

