Episode sebelumnya .... Ify tampak terdiam sejenak, sebelum kemudian mengangguk. Dipikir-pikir memang tidak ada salahnya menggunakan baby sitter untuk sementara. Toh, dirinya juga selalu ada di rumah sehingga bisa mengawasi selama dua puluh empat jam. “Bagus, sekarang tidur!” Rio mengambil selimut dengan kakinya lalu menyelimuti dirinya dan Ify hingga sebatas leher. Ia juga tak melepaskan pelukannya, justru Ify semakin mencari posisi ternyamannya di d**a Rio dan keduanya terlelap melepas lelah. **** Pintu diketuk, Rio yang sedang berkutat dengan berbagai berkas mendongak, mengalihkan atensinya sejenak. “Masuk!” teriaknya. Pintu terbuka, lalu terlihat Deva yang masuk dengan setumpuk berkas yang ada di tangannya. “Pak, ini file untuk project Dynamite, semua sudah siap.” “Taruh di m

