Episode sebelumnya .... "Selamat, bayi kedua perempuan!" Rio mengulas senyum. Lengkap sudah, ia memiliki pangeran dan putri di waktu bersamaan. Rio sempat melihat saat bayi merah itu berada dalam gendongan suster sebelum ia merasakan pandangannya menggelap dan yang terakhir ia dengar adalah suara teriakan Ify yang memanggil namanya. **** Suara tangisan bayi membuat Rio membuka matanya. Pening, adalah hal pertama yang ia rasakan saat membuka mata. Ia meraba kepalanya dan sebuah perban terpasang di pelipisnya. Ia mencoba bangkit, seseorang membantunya hingga ia bisa benar-benar duduk. Rio mengedarkan pandangannya, di ruangan itu terlihat semua orang menatapnya dengan khawatir, tak terkecuali Ify yang tengah menggendong satu buah hatinya sementara buah hatinya yang lain tengah digendo

