"Kamu ngelakuin ini demi bela Arman?" Azka menatap tajam dengan rahang mengeras. Hanya karena pria itu Nala bahkan membuang hadiah gaun darinya. Gaun yang dia pilihkan sendiri sesuai dengan kesukaan Nala. "Emang kenapa sama Bang Arman? Seenggaknya dia lebih pantas di bela di banding cewek murahan ini!" "Nala!" Tubuh Nala berjengit saat mendengar bentakan Azka. Seperti juga Nala Azka sendiri merasa terkejut. Suara tinggi itu keluar begitu saja sebab rasa marah karena Nala terus membela Arman. Sementara Nala menatap tak percaya saat Azka membentaknya dan mengira Azka melakukan itu hanya demi Ainaya. Azka bukan lagi yang dulu. Pria yang selalu untuknya atau bahkan berdiri paling depan saat melindunginya. Azka bukan lagi miliknya. Jadi Nala menghela nafasnya menahan air mata yang hendak m

