“Kenapa Rendra pulang?” tanya Reni pada Mia yang sedang makan. Begitu Reni datang tadi, Rendra memang langsung berpamitan. “Mia yang suruh,” jawab Mia dengan datar sambil mengunyah makanannya. Reni mengerutkan dahinya. “Kamu berantem sama Rendra? Baru ditinggal sebentar, udah berantem aja.” “Nggak kok!” Mia mengelak. “Lah, terus tadi? Kamu minta Rendra pulang kenapa?” Reni pun penasaran. “Aku ngerasa risih aja.” Mia menjawab dengan datar. “Risih?” Alasan Mia tak masuk akal. “Hmmm,” timpal Mia setelah menelan makanannya. “Dia, kan, tunangan kamu. Kamu nggak boleh gitu dong, Sayang. Kasian Rendra.” Reni duduk di kursi lipat yang sebelumnya dipakai oleh Rendra. “Kenapa semua orang kasihan sama Rendra, sih? Kan, yang abis kecelakaan itu Mia. Kenapa nggak ada yang kasihan sama Mia?”

