[Ndra, Maafin aku.] Rendra menatap layar ponselnya sekitar beberapa detik sebelum ia memutuskan untuk membalasnya. Namun ketika jemarinya itu mulai lihai bergerak di atas layar, ia bingung kata-kata apa yang patut untuk ia ketik sebagai balasannya. Pria itu menggerakkan ibu jarinya untuk menekan tombol delete, dia nampak ragu dengan balasannya. ‘Kenapa kamu harus minta maaf? Tidak ada yang perlu disesalkan di sini. Antara kamu dan aku.’ Rendra menggenggam ponselnya dan memejamkan mata. Kenapa wanita sulit sekali di mengerti? Dia memijat pelipis sambil tetap duduk di jok mobilnya. “Rendra?” Seseorang mengetuk kaca jendela mobilnya. Pria itu menoleh sembari menurunkan jendelanya. “Ah, iya, Ma?” “Kamu sudah datang ternyata, kenapa nggak masuk?” “Iya, ini baru mau masuk.” Rendra pun m

