Udara pagi menghunus ke lubang hidung, menjadi perantara bagi oksigen yang masuk memenuhi paru-paru. Langit yang masih membiru, embun yang belum terkikis, hawa dingin pagi yang masih menyelimuti. “Kamu udah mau pergi, Sayang?” tanya Risa yang melihat anaknya sudah rapi pagi itu. “Iya, Mia kayaknya mau pulang pagi-pagi. Aku mau beliin makanan buat dia dulu, Ma. Kalian kalau harus Mama Reni yang keluar nyari makanan, Mia, kan, nggak suka sama hidangan yang diberi oleh rumah sakit.” Rendra pun berjalan menuju garasi. “Oh, ya sudah. Hati-hati, ya. Katakan sama Mama Reni, kalau mama belum bisa jenguk, ya. Maaf.” Rendra mengangguk sambil memegangi gagang pintu mobilnya. Setelah ia mendengar perkataan ibunya tersebut, pria itu pun langsung membuka dan masuk ke mobilnya. Di perjalanan, Rendr

