“Saya terima nikah dan kawinnya, Mia Adelina Soraya binti Herman Suroso dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Rendra mengucap hal tersebut dengan tegas dan senyum penuh kegembiraan. “Bagaimana saksi, sah?” “Sah!” Hingga akhirnya semua mengucap syukur dan memberi doa. “Nah sekarang, Neng Mia salim sama suaminya.” Sang penghulu mengarahkan pada dua pengantin kita hari ini yang tengah malu-malu. Mia pun menggapai tangan Rendra dan kemudian menyentuhkan punggung tangan lelakinya pada dahi. “Ayo, Mas Rendra sekarang bisa cium Neng Mia nya.” Rendra pun lantas tersenyum lebar dan mendekatkan wajahnya pada Mia. “Cium dahi, dodol …,” bisik Mia pada Rendra. Namun Rendra tak menghiraukan itu, dia malah meraih dagu Mia, menjepit rahang gadis itu hingga bibir Mia mengerucut. Dapat dili

