“Mi, makan dulu bu … ah ini.” Reni pun menghentikan langkahnya saat ia menerobos masuk kamar Mia. Seketika ia tersenyum kaku dan memijat keningnya karena menyadari telah datang di saat yang tidak tepat. Seketika kedua makhluk yang sedang berpelukan itu pun melepaskan tautan mereka. Keduanya terengah-engah dan menoleh ke arah pintu. “Mama?” ucapnya bersamaan. “Kamu, makan buah dulu ya. Kata dokter kamu butuh serat yang banyak.” Reni jadi bingung sendiri dengan apa yang hendak dia lakukan, ia menyimpan piring buah itu di atas meja rias Mia yang terletak di samping pintu. “Mama simpan sini saja, ya.” Reni langsung pergi begitu saja meninggalkan anaknya. Dalam hati, ia ingin menegur mereka, namun ia sendiri masih terkejut jika ingin mengatakannya. Karena ini pertama kalinya dirinya memergoki

