Rendra pun mengalah untuk tidak pergi ke kantornya demi menemani Mia. Gadisnya yang baru saja bangun dari koma kemarin harus masuk rumah sakit lagi, tentu saja hal itu membuat Rendra khawatir dan menjadikan Mia sebagai segala prioritasnya. Pria itu pun menyimpan tas yang berisi baju kotor dari rumah sakit dan disimpannya di dalam rumah keluarga Herman, kemudian dia mengantar Mia ke atas agar gadis itu bisa istirahat di kamarnya. “Rendra,” panggil Mia saat dia telah sampai di kamarnya. “Ada apa?” tanya Rendra sembari membantu Mia berbaring di atas ranjang miliknya. “Emmm ….” Gadis itu seperti ragu untuk mengucapkannya. Sementara itu Rendra masih penasaran dan menunggu, untuk itu dia berdiri di samping ranjang Mia. “Te … te … teri … terii … terima … kas.” “Terima kasih.” Rendra menyel

