Setelah merapikan kembali barang-barang, Reni pun kini bisa mengajak Mia pulang. Karena menginap kali ini tidak terlalu lama, jadi tidak banyak barang yang dibawa. “Kamu mau ke kantor, kan, Ndra?” tanya Reni pada Rendra yang ada di sana. “Nggak, aku mau nganterin kalian pulang dulu.” Rendra menjawab tanpa keberatan. “Ya udah, terima kasih. Kalau begitu Mama nggak perlu pesen taksi atau panggil papanya Mia.” Rendra mengangguk. “Kalau begitu, aku bantu bawa sebagian barang yang udah dipacking ini ya, Ma.” Rendra mengambil satu buah tas ukuran sedang dan satu buat tas plastik untuk ia bawa ke parkiran mobil. “Makasih, Ndra.” Sementara itu, Mia masih tidak menggubris. Bagi dia, apa yang dilakukan Rendra penuh tipu muslihat. Apalagi semua kebaikan yang dilakukan oleh pria tampan itu t

