“Perjanjian?” Rendra mengangkat sebelah alisnya. “Iya, perjanjian,” balas Mia mengulang ucapannya. “Perjanjian seperti apa?” tanya Rendra lagi. “Bukankah kau sudah merasa bersalah karena telah mengambil kegadisanku?” tanya Mia balik dengan lantang. “Wow, mengambil kegadisanmu? Bukankah itu sedikit sarkas.” Rendra ingin tertawa geli mendengar ucapan Mia. “Ya, terserah apapun ucapannya bagimu, yang jelas fakta berbicara seperti itu. Aku pun tidak mau nanti suamiku kecewa dan mengira aku adalah gadis yang tidak baik. Maka dari itu!” Mia mengacungkan telunjuknya tepat ke wajah Rendra. Rendra memundurkan wajahnya dan melihat telunjuk Mia yang ada tepat di depan hidungnya. “Kamu yang harus bertanggung jawab untuk menikahiku hanya untuk menyelamatkan reputasiku, setelah satu tahun kita ber

