Di rumah Mia, gadis itu memikirkan ucapan Rendra. “Apakah jika aku mengatakan tidak, Rendra tidak akan lagi memerjuangkan aku? Apa dia akan menyerah begitu saja?” tanya Mia dalam hatinya. Dia merasa bimbang, perasaannya pada Rendra kali ini mulai tumbuh kembali. Meski ia sama sekali tak bisa ingat beberapa ingatan yang hilang tersebut, namun Mia kali ini memang jatuh cinta karena perjuangan Rendra untuk meyakinkan dirinya. “Mia sayang?” panggil Reni yang sudah berada di ambang pintu kamarnya. “Kenapa, Ma?” Mia menatap ke arah pintu. “Ada oma dan opa yang datang, mereka nunggu kamu di bawah. Mereka mau mengobrol denganmu lagi, ayo turun, yok!” Reni mengajak Mia. Mia mengangguk dan langsung menuruti ucapan Reni. “Ada apa oma dan opa ke mari lagi? Kenapa nggak tadi aja pas Papa Reino b

