Bagian 77

1101 Kata

Bimbang melanda, namun Mia diam saja. Semua sudah menyepakati keinginan Mia dan tak ada lagi yang bisa menunda acara ini. Mia pasrah saja mengikuti air yang mengalir, jika Rendra memang dinilai sebagai pria baik yang mencintainya, maka ia akan menurut saja sambil berharap jika pria tersebut tak akan menyakitinya seperti dulu lagi. Memang sulit untuk menerima ini, namun Mia tak ada pilihan lain. Tok Tok Tok Mia menoleh ke arah pintu kamarnya yang tidak dikunci dan sedikit terbuka. “Masuk saja,” timpalnya dari dalam sambil duduk di ranjang. Pintu itu pun terbuka dan seorang pria tampan dengan wajah yang cerah sedang tersenyum sumringah sambil menatapnya. Dia tidak masuk, hanya bersandar pada kusen pintu dan berdiam diri di sana. Tangannya ia sembunyikan ke balik punggung, entah apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN