“Saya terima nikah dan kawinnya Mia Adelina Soraya binti Reino Al-Faruq dengan mas kawin dua ratus tiga puluh dua ribu dua puluh dua dolar Amerika dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.” Dengan satu tarikan napas, Rendra mengucapkan semua hal tersebut dengan lancar. Rendra yang mengucap ijab, gadis di sampingnya yang tahan napas. Ya, wajah gadis itu memerah menyadari jika yang terjadi pagi ini bukanlah mimpi seperti yang waktu itu ia alami. Ia benar-benar sadar jika baru saja Rendra telah menghalalkan segala sesuatu atas dirinya. Tangannya yang pucat itu dingin, penuh keringat dan basah. Untung saja, white henna yang dia pakai tak akan luntur hanya karena keringat. “Neng Mia, Neng Mia.” Penghulu memanggil Mia yang sedang melamun dari tadi. “Ah, iya, maaf maaf, kenapa?” Mia nampak s

