Rendra mengingat saat dulu mereka sering berangkat sekolah. Rendra sengaja mengayuh sepedanya lebih cepat agar tak terlihat jika dirinya berangkat bersama dengan Mia. Entah kenapa dulu dia sangat tak ingin terlihat bersama dengan gadis itu. Namun bagaimanapun juga Rendra sangat menikmati momen-momen saat Mia mengejar dirinya dan terengah-engah ketika dia sampai di sekolah. Ia sampai tak sadar, jika apa yang sudah ia lakukan itu menyakiti hati gadisnya. Entah kenapa dulu begitu sulit bagi Rendra menyatakan rasa suka. Hingga tanpa ia sadari, jika Mia lelah mengejarnya. Dan kemunduran Mia membuat dia merasa sakit dan kehilangan Mia. “Woy!” Mia mengguncang bahu Rendra yang sedang melamun di sampingnya. “Kenapa?” tanya Rendra setengah terkejut. “Kalau kamu nggak mau ngapa-ngapain pergi dar

