Dan satu malam pun lolos dari Rendra. Sepertinya pria itu kelelahan sehingga dia tak bisa menjahili Mia lagi di malam harinya. Walau dengan kesepakatan yang alot, Rendra pun mau tertidur di kasur lantai yang digelar oleh Mia. Ada rasa tak tega melihat pria itu tidur lelap di bawah sana, namun Mia sendiri masih belum siap untuk tidur satu ranjang dengan Rendra. Apalagi dengan otak penuh kemesuman milik Rendra yang tidak ada obatnya, rasanya Mia perlu banyak-banyak membaca doa jika dia hendak masuk ke kamar bersama Rendra agar di malam selanjutnya dia bisa selamat seperti ini. “Hah, salah siapa beli rumah yang hanya ada satu kamar di lantai bawahnya.” Mia berbicara sendiri begitu ia melihat Rendra sedang menggeliat di kasur lantainya. Gadis itu selalu bangun sejak dini hari karena sudah m

