Satu bulan berlalu, pernikahan ini bukanlah sesuatu yang dianggap bercanda oleh Rendra. Namun pria itu bisa memaklumi perilaku Mia yang masih belum bisa menerima dirinya. Segala yang dia lakukan kini sudah sangat memanjakan wanita itu, namun di mata Mia, apa yang Rendra lakukan hanyalah sesuatu yang mencurigakan. “Sini, biar aku membantumu.” Rendra menarik tali apron milik Mia dan melepasnya. Dia melihat gadis itu kesulitan membuka tali apron miliknya. “Te ... terima kasih.” Dengan ragu, Mia mengucapkannya. “Kau bisa kembali. Aku hanya perlu menata meja makan, jika semua telah siap aku akan memanggilmu.” Rendra melempar senyumnya. “Tak apa, aku akan duduk di meja makan untuk menunggu.” Mia tak menjawab. Ia membiarkan Rendra melakukan apa pun sesuka hatinya. Mia tinggal melanjutkan apa

