Bertemu

2525 Kata

"Kamu tadi bilang siapa, Gus? Nona terigu?" tanya Fakhri. Ihsan mengangguk antusias, tapi hanya sebentar. Sebelum dirinya cemberut kembali, "Nona terigu itu adalah santriwati yang sudah berani melemparkan tepung terigu ke badan Fatah," ucapnya ketus. Suasana hening, karna Fakhri tidak berbicara lagi, melainkan terdiam sambil memeluk tubuh putranya. "Pa, Papa gak marah, kan?" tanya Ihsan. "Emang kamu mau dimarahi Papa?" "Gak mau. Makanya pas tadi bangun Shubuh, Fatah pura-pura ngambek sama Papa, karena takut Papa marah sama Fatah," ucap Ihsan membeberkan rencananya yang menurut Ihsan termasuk berhasil itu. Fakhri menatap Ihsan, lalu diturunkan tubuh putranya itu, dan didudukannya tepat di sebelahnya. "Kenapa kamu takut dimarahi?" "Karena, kata tante Rifa, marahnya Papa menakutkan. Au

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN