Mila mematung, matanya tak berkedip. Dia takut, andai dia berkedip, maka semuanya akan menghilang dalam sekejap mata. Beruntung, posisi mereka sedang berjongkok. Jika tidak, mungkin saja Fakhri akan tahu kalau saat ini tubuhnya tengah bergetar. Dirinya dilamar? Ini bukan April moop, kan? tanpa sadar, tangan Mila mencubit pipi kanannya. "Awwssh," 'sakit', berarti ini bukan mimpi. Mila mengusap-usap pipinya, dengan mimik muka yang sangat menggemaskan di mata Fakhri. Fakhri tersenyum. Pemandangan di depannya itu, adalah pemandangan yang paling tak ingin dia akhiri. Jantungnya berdegup cepat, perutnya melilit, namun bukan jenis perut melilit yang ingin segera masuk WC. Yang ini rasanya sangat menyenangkan, serasa ada yang menggelitik di dalamnya. Menyalur hingga ke otot bibirnya, membuatnya

