Lamaran gus Duda

2836 Kata

"Mbok." Mbok Sum yang sedang menyapu, menoleh, dan ternyata Ihsan yang memanggilnya. "Iya, Den." "Ini!" Ihsan menyodorkan satu bungkus roti coklat berukuran agak besar ke hadapan Mbok Sum. Mata Mbok Sum langsung berbinar, tangannya langsung menyambut. "Buat Note-ku." Mbok Sum langsung manyun, "Si Mbok pikir, buat si Mbok, Den." "Punya Mbok, Fatah taruh di meja dapur. Lagian yang ini banyak coklatnya. Gigi Mbok Sum sudah tinggal separuh, jangan terlalu banyak makan coklat! Bisa rusak." "Si Mbok rajin gosok gigi, Den. Lagian kenapa harus si Mbok terus yang kasih sama ning ayu? Kenapa gak Aden saja?" tanya Mbok Sum. Mbok Sum sebenarnya merasa sangat heran dengan sikap putra majikannya ini. Ihsan seperti sedang bermuka dua. Ketika berhadapan dengan Mila, Ihsan akan bersikap cuek dan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN