JAKARTA. Pintu terketuk. "Masuk!" "Selamat siang, Pak." "Hmm." "Ada yang ingin bertemu dengan Bapak." "Persilakan masuk!" Orang itu tersebut menunduk, lalu melangkah ke arah pintu, mempersilakan tamu yang ingin bertemu dengan atasannya tersebut. "Selamat siang, Pak Juand," sapa sang tamu. Juanda, sang wakil Direktur di perusahaan keluarganya, menyambut uluran tangan tamu itu, "Siang, silakan duduk!" "Pak Putra, tolong pesankan jamuan untuk tamu saya!" pinta Juand pada sekretarisnya. "Baik, Pak. Saya undur diri." Juand mengangguk sekali. Menunggu sampai sekretarisnya benar-benar keluar. "Jadi, apa yang kamu dapat sekarang?" Juand meninggalkan sikap formalnya ketika mereka sudah berdua saja. "Aku mendapatkan laporan tentang penyelundup obat terlarang itu. Dia menyamar menjadi

