"Ke-kenapa bi-bis,bisa G-g-gus berkata s-s-s-seperti i-i-itu?" Sungguh. Mila benar-benar seperti sosok Ijat dalam serial IPAN DAN APIN. Latah, seeelatah-latahnya. "Not---" ‘Breem' ucapan Ihsan terhenti kala mendengar suara mobil masuk ke pekarangan rumahnya. Dia beranjak, lalu mengintip melalui jendela kamarnya. "Papa? Kenapa Papa sudah pulang?" tanya Ihsan lebih pada dirinya sendiri. Merasa heran. "APAAA?" “Tamatlah sudah kau, Milaaaaaaa.” batin Mila menjerit. Mila kalang kabut, berjalan ke sana-ke mari. Sungguh! Benar-benar masalah besar. Sedangkan Ihsan terus mengintip ayahnya dari balik tirai kamarnya, “Kenapa Papa cepat sekali pulangnya?” tanyanya dalam hati. "Gus, bagaimana ini? A-apa yang harus saya lakukan?" Wajah Mila seputih kapas, tangannya pun gemetaran. "GUS, TOLONGIN

