Percikan rasa

2646 Kata

"Appa???" Mila refleks menjerit. 'Dag-dig-dug, dag-dig-dug, dag-dig-dug,' jantungnya berdetak sepuluh kali lipat cepatnya. Apa tadi katanya? Ibu? Fakhri berjingkat kaget kala jeritan Mila melengking tiba-tiba. Tubuhnya menegang, mendengar debaran jantung milik Mila yang tak beraturan. “Kenapa dia kaget? Apa ada yang salah dengan ucapanku?” tanya Fakhri dalam hati. "Ekhem, Mbak, anda tidak apa-apa?" tanya Fakhri hati-hati. Dia tidak bisa melihat raut muka Mila, karena saat ini mereka di halangi oleh lemari buku. Tapi, Fakhri dapat memastikan, kalau Mila sangat syok dengan ucapannya. Terlebih, dia mendengar suara detak jantung Mila. Meski tidak begitu jelas. Tidak ada sahutan, ataupun jawaban dari Mila, membuat Fakhri terus mengingat, apa yang barusan dia katakan. Seulas senyum teruk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN