Part 23

1080 Kata

Part 23 Sepanjang acara Asheeyla terus meminta Agnes berdiri di sampingnya, tangan gadis kecil itu tak mau lepas dari tangannya. Agnes benar-benar berusaha setenang mungkin, tersenyum ramah dan menjalankan perannya dengan baik, karena mata Aldric terus menatapnya tanpa berkedip. Agnes sama sekali tak mengira jika bayi mungil itu kini tumbuh menjadi gadis kecil yang makin mirip dengan mendiang kakaknya. Saat acara selesai dan semuanya telah pamit pulang, Agnes pamit pada Asheeyla untuk pulang, lalu agar terkesan tak ada apa-apa antara dirinya dan Aldric ia juga pamit pada laki-laki yang terus menatapnya seolah hendak menelannya mentah-mentah. "Pulang dengan siapa malam ini?" "Ini, Tante saya Pak, maaf saya mohon ijin pulang." "Maaf Ibu, bisa saya mohon ijin, agar Agnes masih tinggal di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN