12. Saran Dari Nenek

1545 Kata

*** Deya tersenyum ketika melihat neneknya membuka mata. Gadis itu duduk di kursi tunggu dekat dengan ranjang pasien seraya menggengam tangan sang nenek. Ketakutan yang terselip dalam hatinya perlahan sirna ketika nyonya Melati—nama sang nenek, tersenyum manis terhadapnya. "Nenek," desis Deya dengan hati berbunga-bunga. Tak ubahnya seperti pasangan kekasih, Deya mengusap tangan neneknya dengan penuh rasa cinta. Beberapa hari yang lalu sangatlah menegangkan, ketika dia seorang diri dalam merawat sang nenek. Datang pagi, berangkat sekolah, magang, dan akhirnya kembali ke rumah sakit lagi. Beruntung ada perawat Allina yang begitu baik merawat neneknya nyaris seharian penuh. "Apa kau baru saja datang? Nenek merindukanmu, rasanya sudah lama nenek tidak menyapamu," ucap nenek dengan nada suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN