*** Perut Deya berbunyi, menghentikan aktivitas 'komunikasi' yang diisyaratkan Dhante selama ini. Dhante menahan senyum, ia tahu gadis kecilnya tidak makan apapun sedari tadi malam. Menurunkan tubuh mungil itu dari pangkuan, Dhante merapikan kembali jas lusuh yang ia pakai. Melirik ke jam tangan mewah yang ia pakai, Dhante teringat bahwa dua jam lagi rapat di perusahaannya akan segera dimulai. Deya tertunduk, menyembunyikan wajah malunya seraya mengaitkan beberapa kancing baju yang terbuka akibat tangan nakal si serigala jahat. Dhante melirik, tak seharusnya ia bermain dengan gadis barunya sepagi ini. Ya, benda yang ada di bawah sana terasa begitu gelisah. Butuh kehangatan dan pelampiasan, sayangnya ia harus berakhir di kamar mandi lalu diguyur air dingin. "Bersihkan dirimu! Aku akan me

