40. Didesak Sang Nenek

1185 Kata

**** Sore itu Deya pulang sekolah dengan riang setelah sekian lama dipingit Dhante. Ya, dipingit. Setiap hari, setiap kali gadis itu pulang Dhante dengan setia menunggunya di depan gerbang sekolah. Membuat Deya sama sekali tak memiliki waktu untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Setelah menghabiskan semangkuk bakso, mereka berencana untuk pulang ke rumah masing-masing. Memang benar, menikmati masa-masa akhir SMA dengan sahabat itu terasa begitu berkesan. Deya menghentikan langkah ketika ia sampai di halaman sekolah. Sejenak ia tertegun saat melihat sosok tantenya tengah menikmati teh bersama nenek. Mereka terlihat akrab, terlebih mereka tengah membuat adonan kue. Gadis berkulit bersih mendekatkan diri, berjalan dengan perasaan aneh saat mendengar mereka tertawa bersama-sama. Atmosf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN