25. Hati yang Bicara

1300 Kata

*** "Apa aku terlihat baik-baik saja, Pak?" Deya tertunduk, tak bisa mengekspresikan perasaan apa yang kini merasuk ke dalam batinnya. Dhante mengembuskan napas kasar, ia meminggirkan mobilnya lalu menghentikan mobil itu tepat di pinggir jalan. Pria berahang tegas dengan warna bola mata yang eksotis itu menatap ke arah Deya. "Maaf, tak seharusnya kau mendengarkan semuanya dari Davia." "Pak, tanteku itu mungkin masih mencintaimu, sehingga ia tidak rela jika melihatmu bersamaku. Terlebih kenangan diantara kalian, tanteku bercerita bahwa kalian—aku tidak menyangka jika kau akan menggunakanku sebagai pelarianmu." "Deya, kenapa kau berpikir sampai ke arah sana? Aku tidak pernah memiliki niat untuk menjadikanmu sebagai pelarian, aku bersumpah." Dhante mengerutkan dahi, merasa bahwa Deya mula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN