48. Pengakuan Dory

1642 Kata

**** Wajah Dhante terus melirik ke arah bocah mungil yang kini digendong baby sitter di hadapannya. Beberapa kali tatapan mereka saling bertemu, hal itu membuat si bocah tersenyum lucu dan menampakkan gusi merah mudanya. Dhante terlihat tegang, meskipun bocah perempuan itu adalah anak Dory tapi kenapa bocah itu terus menatapnya?! Dhante menghela napas, ia beranjak berdiri dari kursi tunggu. Pria itu mondar-mandir, menambah perhatian si bocah untuk menatapnya tiada henti. Sesekali bocah bernama Cecillia itu bergerak lincah, menggapai, dan terus menatap keberadaan Dhante. Keresahan Dhante terlihat oleh Deya, terlebih bocah kecil itu terus melambaikan kedua tangannya ke arah Dhante. "Pak, Cecillia mungkin ingin ikut denganmu. Bisakah kau menggendongnya sekali saja?" Deya meminta dengan pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN