16. Cemburu

1695 Kata

**** Deya menelan ludahnya dengan susah payah, gadis itu sama sekali tak mengerti jika pria yang berada tepat di sampingnya tersebut mempunyai waktu untuk sekadar meminta ijin padanya untuk mencium. Perasaan Deya kali ini campur aduk, ia merasa jika Dhante mungkin sedang demam kali ini sehingga apapun yang ia lakukan tumben benar kali. Tatapan keduanya saling bertemu cukup lama. Dhante sama sekali tak keberatan untuk menunggu jawaban dari bibir mungil lagi seksi milik Deya yang akhir-akhir ini sempat membuatnya mabuk dan ketagihan. “Kenapa menatapku? Aku bertanya padamu, bolehkah aku menciummu?” tanya Dhante menegaskan apa yang yang ia harapkan kali ini. Deya kembali menelan ludah, Dhante cukup berani menanyakan hal sensitif itu kembali padanya. “Bagaimana jika aku mengatakan~tidak?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN