Aleah menaikkan sebelah alisnya “ayah, ini masih pagi, jangan ngawur, mana mungkin itu terjadi, aku bahkan tidak tahu masa depan hubunganku dengan Lucas.” “Mungkin saja kau memang ditakdirkan untuk Lucas,” pikir Thomas. “Sudahlah, dia pasti sudah menunggu minumannya dihidangkan,” pungkas Aleah kemudian kembali ke ruang tamu dan menyajikan minuman di meja. Aleah duduk dengan perasaan campur aduk. “Kau pasti terkejut dengan kedatanganku,” kata Nara memulai pembicaraan “aku ke sini untuk minta maaf padamu,” ungkapnya. Aleah mendelik karena dugaan Lucas benar-benar terbukti “minta maaf?” katanya tanpa sadar. “Ya, kuakui aku cukup kasar waktu itu, tapi sebenarnya aku tidak bermaksud begitu,” jelas Nara kemudian matanya menerawang “entahlah, mungkin saat itu aku sudah kehabisan kesabaran ka

