Lucas langsung tancap gas meninggalkan rumah Aleah sementara Aleah secara reflek memeluknya. Dalam perjalanan tib-tiba saja mendng dan hujan turun dengan derasnya. Lucas kemudian berhenti di sebuah halte yang sudah tidak lagi dipakai dan berteduh di sana dengan Aleah. “Apa tidak ada jas hujan di dalam motormu?” tanya Aleah. “Motor seperti itu mana bisa dimasuki jas hujan,” jawab Lucas. “Percuma saja harganya mahal, menyimpan jas hujan saja tidak bisa, hanya bisa untuk unjuk gigi saja,” gerutu Aleah. “Biarpun begitu dia adalah kesayanganku,” bela Lucas. “Ya, ya, terserah,” Aleah mengedikkan bahu. Hujan turun semakin deras dan udara menjadi semakin menusuk tulang. Aleah mulai menggosok-gosokkan telapak tangannya untuk menghangatkan diri. Sementara Lucas masih tenang bersama jaket tebal

