Lucas langsung mengira akar masalah ini pasti ada pada Rafael. Dasar sialan si pecundang itu tidak pernah bosan mengganggu hidupnya. Lucas pun segera tancap gas menuju rumah sakit dan dia berniat melayangkan pukulannya lagi ke wajah anak cengeng itu bila perlu sampai dia tidak bisa menghirup udara lagi. Lucas melangkah cepat begitu ia sampai di rumah sakit. Ia sangat geram dan tangannya sudah mengepal seakan siap menghabisi anak lemah itu. Begitu dia sampai di depan ruangan Rafael ia sempat merasa geli karena ruangannya harus di jaga dengan ketat. Saat Lucas akan masuk penjaga itu mengulurkan tangan dan menghalanginya. “Maaf, tuan, tapi Tuan Rafael tidak mengijinkan Anda masuk,” kata penjaga berkumis itu. Lucas mendelik mendengar kata-kata itu dan tatapan mata tajamnya langsung menjatuh

