Operasi berjalan dengan lancar. Setelah itu Andrew dan Rachel ditempatkan di ruang yang terpisah. Rachel masih belum sadar dan di tunggui oleh Aleah yang tak kenal lelah menjaganya. Sementara Andrew di ruangannya sudah membuka mata dan ia bersama Eve seorang. “Nak, kau sudah sadar?” ujar Eve dengan matanya yang berkaca-kaca. Andrew menoleh ke samping. Ia merasakan tangannya di genggam oleh ibunya. Ia menatap wajah Eve yang sudah menampakkan tanda-tanda penuaan. Gurat-gurat diwajahnya menunjukkan ia sangat cemas. “Mama…” gumam Andrew masih lemah. Eve tersenyum lembut “kenapa kau tiba-tiba memutuskan hal ini tanpa memberitahu mama dulu?” protes Eve. Andrew berkaca-kaca “aku merasa ini adalah kesempatan untukku, bahwa aku bisa menebus kesalahanku,” jawab Andrew “tapi tampaknya aku tidak

