Dinna dan Tasya duduk berdua di gazebo kampusnya. Kuliah selesai 2 jam yang lalu. Tapi keduanya masih tertahan di kampus. Hujan menahan langkah mereka untuk segera pulang. Akhirnya, mereka menghabiskan waktu untuk saling berbincang ringan. Tasya memang sudah bisa membuka hatinya bagi teman atau sahabatnya. Semua hal dibincangkan dengan Dinna termasuk juga pengalaman pertamanya ketika malam pertama. Dinna hanya berteriak histeris dan malu sendiri. Pengalaman Tasya menjadi gambaran bagi Dinna juga. “Jadi kamu dan Kak Arga sepakat untuk nunda punya dedek?” tanya Dinna antusias ketika pembicaraan mereka sudah sampai pada masalah anak. “Ya gitulah, Din. Tapi aku baru sadar kalau aku itu udah telat seminggu,” ujar Tasya takut. “Emangnya kamu gak pakai KB atauuu pengaman gitu?” tan

