Dugaan Egi salah. Ajakan Arga untuk ke tribun lapangan bukan untuk melanjutkan perploncoannya. Arga malah menyodorinya secangkir kopi hangat sisa acara tadi pada Egi. Lalu lelaki 26 tahun itu duduk di sebelah Egi yang masih tampak lemas. Arga tahu Egi belum sehat betul. Sebenarnya kondisi Egi sama dengan dirinya. Maka dari itu, danyon memberikan mereka keringanan dalam kegiatan fisik. Danyon juga memerintahkan mereka mengikuti kegiatan pemulihan pasca trauma setiap minggu. “Izin Bang, gimana rasanya nikah sama Tasya?” goda Egi santai karena tahu abang asuhnya itu tak marah. “Tasya-Tasya! Mbak! Dia itu istri Abangmu,” timpal Arga gemas. Egi merasa malu dan meralat ucapannya. “Pasti Abang berat sekali ya waktu terpisah sama Mbak Tasya. Bagaimana perasaan Abang?” tanya Egi sant

