“Selamat pagi Sayang. Silahkan duduk dan diminum teh chamomilenya,” ujar Tasya ceria sambil menatap Arga yang baru saja bangun dari tidur malamnya. Pukul 4.30 pagi, secangkir teh hangat telah terhidang di meja makan. Entah pukul berapa istri mungilnya itu bangun dan menyiapkan semua itu. “Sayang, kamu kok bangun duluan sih? Kenapa kok bangunmu pagi sekali?” tanya Arga heran sambil duduk di depan Tasya yang asyik mengoleskan selai kacang ke roti. “Gak apa-apa. Aku kurang bisa tidur semalam. Tegang untuk hari ini,” jawab Tasya karena hari ini adalah hari perdananya ikut pertemuan Persit. “Tumbenan seorang Natasya bisa tegang? Kamu aja hadapi UN dengan ketawa-ketiwi kok. Kamu mimpi buruk lagi?” tanya Arga pelan sambil menyeruput air teh. “Pertemuan Persit itu serem banget ya kayaknya? Wak

