Neneng POV. Semarah marahnya atau sekesal kesalnya aku, tentu tidak bisa ngomel pada a Iwan, apalagi di depan keluarganya. Jadi setelah memastikan a Iwan tidur lagi di sofa rumah teh Risda, aku beranjak mendekat pada emak dan teh Risda lagi yang sedang masak sambil mengobrol. “Sama Neneng ya Neng Risda, emak mau urus cucian dulu” pamit emak. “Okey mak” jawab teh Risda pada emak. “Pulang dulu ya Neng” pamitnya padaku. “Iya mak” jawabku lalu mengambil alih sayuran yang harus di potong potong. Teh Risda masih sibuk menggoreng ayam jadi mengabaikan aku dulu. Tapi lalu dia tegur akub juga. “Kenapa?” tanyanya sambil duduk di meja makan di depan aku. “Gak teh” jawabku. Dia tersenyum menatapku. “Gue gak bermaksud kepo atau sok akrab sama elo. Tapi gue gak betah lihat muka elo yang cemberu

