Iwan POV. Tadinya aku khawatir, Neneng butuh waktu untuk beradaptasi dengan keluargaku. Terutama dengan emak atau mpo Risda. Kalo dengan babeh atau bang Mamat, tentu lebih mudah, sepanjang Neneng bersikap sopan dan hormat. Babeh dan bang Mamat lelaki, tentu tidak seribet emak atau mpo Risda yang perempuan. Tapi ternyata Neneng dengan mudah berbaur dan komunikasi. Neneng seperti mengerti gimana caranya membuat orang menyukai kehadirannya. Ya memang sih, terkadang aku harus tega melihatnya turun tangan membantu kakak iparku, mengurus Ben, atau membantu emak. Ya misal, aku ajak dia ke rumah kakak iparku untuk makan malam sepulang kami kerja, Neneng tidak akan hanya menumpang makan saja. Tapi dia akan membereskan bekas kami makan bersama dengan menyuruh kakak iparku duduk menemani suaminya a

