77.Golok Sakti

2554 Kata

Neneng POV. “Neng, udah dulu ya, aku di panggil babeh, nanti kita ngobrol lagi” pamit a Iwan. “AA!!” jedaku protes. “Asalamualaikum” pamitnya lagi bahkan tidak menungguku membalas salam penutupnya. Menggeram kesal dong aku, sampai aku banding handphoneku ke atas kasur. Gimana gak kesal. A Iwan tiba tiba meminta bapak mencari tempat lain untuk acara pernikahan kami. Awalnya sudah setuju kalo acaranya di rumah orang tuaku, lalu dua minggu menjelang hari H, malah minta di pindah. Gak masalah kalo tempat yang a Iwan maksud ada di dekat rumah orang tuaku. Masalahnya gedung yang memang di peruntukkan untuk acara pernikahan itu tidak ada dekat rumahku. Memangnya di Jakarta. Orang kampung mah semuanya juga mengadakan acara pernikahan di rumah. Jadi siapa yang sewa gedung semacam itu di dekat r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN