78. Menjelang Hari Bahagia

2479 Kata

Iwan POV. “TAWA BAE LO!!!” jerit emak dari pintu kamarku. Emak ganggu aja, aku habis telpon calon istriku yang oneng perihal golok sakti yang dia tidak ngerti, eh emak tau tau muncul di depan pintu kamarku. “Apaan sih mak?, katanya suruh aya ngaso” protesku. Bagusnya sudah selesai bicara dengan Neneng. Sempat aku abaikan beberapa hari karena permintaan konyolnya untuk batal menikah hanya gara gara belum dapat tempat untuk pernikahan kami setelah aku minta di alihkan dari rumahnya ke tempat lain. Malas aku, kalo mesti hadapi drama perempuan yang baper atau stress karena persiapan pernikahan kami yang sudah menghitung hari. Aku aja sudah libur kerja karena emak menyuruh begitu. Mungkin takut aku kecapean setelah harus mengurus ini itu sebelumnya. “Babeh elo tuh tanyain elo” jawab emak.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN