"Aku butuh seorang keluarga." Seseuai dengan yang Gara menjanjikan tempo lalu, jika Kay sudah berhasil ia akan mengundangnya ke suatu tempat. "Kita mau kemana sih Kak?" Tanya Kay bingung. "Jangan banyak bertanya sayang, silakan lagi sampe." Lagi-lagi hati Kay berdesir, jantungnya berdegup kencang kompilasi Gara ditangkapnya Sayang. Motor Gara berhente di sebuah rumah besar yang sangat terlihat elegan. "Udah sampai, masuk yu!" "Ini rumah siapa Kak?" "Rumah gue." jawab Gara lalu menarik tangan Kay untuk mengikutinya masuk. "Assalamualaikum," ucap Gara kompilasi dibuka pintu. "Waalaikumsalam," jawab wanita yang mempertimbangkan baya yang masih terlihat cantik dari dalam. "Abanggg!" Teriak Gio lalu menggabruk tubuh Gara, Gara langsung saja menggendongnya. "Kok teriak-teriak, kenapa?"

