Bab XIX

1225 Kata

"Selamat datang kembali, Tuan." Seorang pria dengan pakaian serba putih berjalan tanpa menoleh. Pria itu memiliki rambut perak. Satu matanya tertutup oleh penutup mata. Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi dengan mata pria itu. Ia terus berjalan menuju ruangan yang besar. Ruangan pribadi miliknya. "Tuan Alex de Fritz! Saya menantikan—" "Aku akan menunda pertemuanku denganmu besok pagi," potong Alex de Fritz. Ia melewati begitu saja pria paruh baya yang sudah menunggu dengan beragam gulungan di tangannya. Seorang pelayan membukakan pintu untuk ruangan itu. Di dalamnya, terdapat beragam buku, senjata, beserta sebuah meja dan kursi di bagian paling tengah ruangan. Ada sebuah lukisan besar tergantung pada dindingnya. Lukisan itu lukisan dirinya dan seorang anak perempuan berambut se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN